Dampak Kode HS terhadap Pajak dan Bea Cukai di Indonesia

CaptainBiz: dampak kode hs terhadap pajak dan bea cukai di indonesia

Salah satu sumber pendapatan negara diantaranya adalah melalui pajak. Perekonomian negara pun dapat didukung melalui perdagangan internasional. Peranan perdagangan internasional dapat memicu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan teknologi suatu negara. Oleh karena itu, pajak dan bea cukai menjadi elemen penting yang diatur oleh pemerintah.

Istilah pajak dan bea cukai tentunya sudah tidak asing lagi di telinga para eksportir dan importir. Pasalnya pajak dan bea cukai merupakan elemen yang tak terpisahkan dalam ekosistem perdagangan di Indonesia dan mancanegara. Dalam menentukan tarif bea masuk dan pajak biasanya mengacu pada harmonized system code atau biasa dikenal dengan istilah kode HS. Sehingga, perubahan pada kode HS akan mempengaruhi kebijakan pajak dan bea cukai. Tapi, sebelum kita membahas mengenai dampak kode HS terhadap bea cukai lebih lanjut ada baiknya jika kita berkenalan dengan kode HS itu sendiri.

Apa itu kode HS?

Harmonized system code atau biasa disebut dengan kode HS merupakan sistem klasifikasi internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi nama dan deskripsi produk yang diperjual-belikankan secara global, termasuk perdagangan impor dan ekspor. Di Indonesia, kode HS diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Klasifikasi Barang dan Tarif Bea Masuk. Kode HS berfungsi untuk membantu proses pengklasifikasian barang agar lebih sistematis, mempermudah dalam menentukan tarif kepabeanan, dapat memberikan analisis statistik perdagangan yang lebih akurat, serta untuk memberikan standarisasi kode perdagangan yang diakui secara internasional.

Dengan memahami kode HS, para eksportir dapat mengetahui biaya dan dokumen apa saja yang harus dipersiapkan agar proses bisnisnya dapat berjalan secara lancar dan efisien. Saat ini sistem penomoran ini dikembangkan oleh World Customs Organization (WCO) dan digunakan oleh lebih dari 200 negara. Jika Anda ingin melakukan perdagangan ekspor maupun impor, Anda tidak perlu merasa khawatir. Sebab, Indonesia pun sudah termasuk ke dalam negara yang menggunakan kode HS. 

Bagaimana kode HS mempengaruhi pajak dan bea cukai?

Kode HS memiliki peran penting dalam menentukan tarif pajak dan bea cukai yang dikenakan pada barang yang diperjual-belikan di Indonesia. Secara garis besarnya, kode HS inilah yang menjadi dasar penetapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan bea masuk serta keluar.

  1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Tarif PPN yang berlaku untuk suatu produk umumnya ditentukan berdasarkan kode HSnya. Namun, bukan berarti nilai PPN tiap produk yang ada di Indonesia dikenakan tarif yang sama. Sebab, tarif PPN merupakan tarif yang bervariasi tergantung pada jenis produknya. Kode HS juga digunakan untuk menghitung tarif PPN yang perlu dibayarkan atas barang impor. Untuk menghitung PPN impor biasanya mengacu pada nilai Bea Masuk dan Pajak Perseroan (BKP) yang telah ditentukan sebelumnya

  1. Bea masuk atau keluar

Kode HS menjadi kunci utama dalam penentuan tarif bea masuk untuk barang-barang yang diimpor ke Indonesia. Setiap barang impor yang masuk ke Indonesia kemudian akan diberi label kode HS yang sesuai dengan jenis, bahan, dan sifatnya. Baru setelah itu tarif bea masuk dapat ditentukan.

Layaknya tarif PPN, maka tarif bea masuk pun bervariasi untuk berbagai macam jenis produk. Tarif bea masuk yang dikenakan pada barang impor ini pun ditentukan berdasarkan klasifikasi kode HSnya. Untuk menghitung bea masuk, maka Anda perlu menghitungnya berdasarkan nilai CIF (Cost, Insurance, Fright) atas barang impor Anda. 

Selain berdampak pada bea masuk, tentunya  kode HS berdampak pada penetapan tarif bea keluar. Tarif bea keluar yang dikenakan pun berbeda-beda tergantung jenis produk barang ekspor tersebut. Ketika barang diekspor dari Indonesia, tarif bea masuk negara tujuan bisa dipengaruhi oleh kode HS yang diberikan oleh Indonesia. Begitu pula sebaliknya, ketika barang yang diimpor masuk ke Indonesia, maka tarif bea masuk yang dikenakan bisa dipengaruhi oleh kode HS yang digunakan oleh negara asal.

Dampak bagi bisnis

Tentunya bisnis yang bergerak di bidang perdagangan internasional dapat terkena dampak dari penetapan kode HS. Setiap kode HS berhubungan dengan tarif bea masuk yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait dalam regulasi perdagangan internasional. Kesalahan dalam klasifikasi kode HS yang tidak tepat akan mengacu pada penetapan tarif pajak dan bea cukai yang juga tidak sesuai. Sehingga Anda bisa saja dikenakan biaya tarif bea masuk dengan nominal yang tidak seharusnya Anda bayarkan. Tidak hanya itu saja, kesalahan dalam klasifikasi kode HS pun dapat berdampak pada keterlambatan proses impor, dan memungkinkan munculnya biaya tak terduga lainnya seperti biaya penyimpanan barang. Selaku pengusaha, Anda perlu memastikan klasifikasi produk telah dilakukan dengan tepat dan akurat. Sebab, kesalahan dalam klasifikasi dapat mengakibatkan sanksi dan denda yang perlu dibayarkan. 

Selain dapat mempengaruhi penetapan tarif pajak dan bea cukai, perubahan tarif pun dapat berubah sesuai dengan ketetapan kode HS terbaru. Hal ini dapat berdampak pada keuangan bisnis Anda, khususnya penetapan biaya dan margin keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Perbedaan dalam tarif bea masuk dapat mempengaruhi biaya impor maupun ekspor barang, yang kemudian juga dapat mempengaruhi harga jual, margin keuntungan, serta daya saing bisnis Anda. Para pelaku usaha perlu memantau update klasifikasi barang berdasarkan kode HS terbaru untuk memastikan telah mengikuti regulasi terkini.

Selain berdampak pada segi finansial, kesalahan dalam mengklasifikasikan barang juga dapat berdampak pada permasalahan hukum.  Jika Anda terbukti melanggar aturan bea masuk dan gagal mengklasifikasikan barang secara akurat, Anda perlu berhati-hati dengan konsekuensi yang mungkin terjadi. Resiko yang dapat terjadi umumnya meliputi sanksi hukum, penegakan pajak yang ketat, atau bisa juga pelarangan untuk mengimpor barang tertentu. Reputasi bisnis dan kinerja operasional pun dapat terkena dampak hanya karena salah dalam mengklasifikasikan barang Anda. 

Kebijakan mengenai bea keluar pun dapat berdampak negatif bagi Indonesia khususnya dalam pekerjaan merakit barang impor. Pasalnya kandungan bahan mentah yang berasal dari Indonesia pada barang impor yang dirakit memiliki kemungkinan menghilang akibat terhambat permasalahan bea keluar. Harga suatu barang impor dapat menjadi lebih mahal dikarenakan adanya pengenaan pajak, bea, atau cukai. Kenaikan harga barang tersebut kemudian dapat berefek pada penuruan permintaan pasar. Pengenaan bea keluar akan menyebabkan turunnya nilai produksi dan keuntungan yang didapat oleh negara pengimpor. Hal ini disebabkan karena negara tersebut perlu mengimpor bahan mentah dengan harga yang lebih tinggi. Hal ini juga lah yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga produk menjadi lebih mahal.

Strategi menghadapi dampak kode HS

Setelah memahami apa saja dampak kode HS pada pajak, bea cukai dan bisnis Anda, kemudian sekarang saatnya membahas strategi yang perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi.

Pertama, Anda perlu memahami struktur dan makna tiap digit dalam kode HS. Sebagai bantuan, Anda dapat mengakses informasi terpercaya melalui situs Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pelajari juga struktur kode HS terbaru yang terkandung di dalam Buku Tarif Bea Cukai Indonesia (BTBKI).

Kedua, sangat penting untuk mengklasifikasikan produk Anda dengan tepat. Jangan gunakan asumsi pribadi Anda dalam menentukan klasifikasi barang. Sebaiknya berkonsultasilah dengan ahli untuk mengurangi resiko salah mengklasifikasikan barang. Ingat, jika Anda masih merasa ragu dan menggunakan asumsi pribadi, mungkin ini saat yang tepat untuk berkonsultasi dengan tenaga professional. Anda juga dapat mengikuti kelas mengenai kepabeanan yang biasanya diadakan oleh instansi bea cukai di kota Anda.

Ketiga, tetap terupdate dengan perubahan. Pastinya Anda tidak mau melakukan kesalahan dengan mengacu pada sistem klasifikasi kode HS yang sudah tidak akurat lagi kan? Umumnya pemerintah melakukan pembaruan pada klasifikasi kode HS setiap lima tahun sekali. Hal ini dilakukan agar kode HS dapat mengikuti perkembangan industri dan perdagangan yang terjadi saat ini. Pastikan Anda mengikuti regulasi yang terkandung di BTBKI 2022 dan bukan BTBKI 2017 ya!

Keempat, rencanakan strategi bisnis Anda dengan seksama. Dalam merencanakan strategi perdagangan khususnya di pasar internasional, Anda perlu mempertimbangkan pemilihan kode HS yang sesuai. Oleh karena itu pastikan Anda telah menghitung biaya bea masuk dengan tepat, mengelola resiko kepatuhan dengan baik, serta terus memantau perubahan regulasi yang terjadi saat ini.

Kesimpulan

Kode HS memiliki peran penting dalam menentukan pajak dan bea cukai di Indonesia. Dengan memahami konsep ini secara menyeluruh dan mendalam, Anda dapat mengelola dampaknya secara efektif. Anda juga perlu memastikan bahwa Anda telah mematuhi regulasi perdagangan terbaru yang berlaku saat ini. Ikuti langkah dan tips yang telah dibahas agar bisnis Anda dapat terhindar dari sanksi tak terduga yang harus dibayarkan. 

FAQs

Bagaimana cara mengklasifikasian barang dengan kode HS?

Proses klasifikasi kode HS ini melalui beberapa tahap, seperti:

  • Identifikasi Bab berdasarkan komposisi bahan, fungsi produk, dan karakteristik lainnya
  • Mencari Pos dan Subpos terkait bab-bab tersebut dan mencakup informasi tentang produk yang dicari
  • Mengikuti enam KUM HS yang relevan secara hirarkis
  • Memahami Catatan Bagian, Catatan Bab, dan Catatan Subjudul terkait
  • Mempersempit pencarian dengan mengecualikan Bab, Judul, dan Subjudul yang tidak relevan berdasarkan informasi produk dan Catatan Hukum
  • Menentukan satu kode HS produk yang paling mendekati berdasarkan pertimbangan di atas
  • Menentukan tarif yang berlaku sesuai dengan kode HS yang telah ditentukan
  • Berdasarkan kode HS tersebut juga, persyaratan yang dibutuhkan untuk kegiatan ekspor dan impor pun dapat diketahui

Apa saja resiko kesalahan klasifikasi kode HS?

Kesalahan dalam mengklasifikasikan kode HS dapat berakibat pada:

  • Denda dan sanksi

DJBC dapat mengenankan denda dan sanksi jika Anda terbukti tidak mengklasifikasikan produk Anda dengan tepat

  • Keterlambatan pada proses kepabeanan

Kesalahan dalam mengklasifikasian barang juga dapat berdampak pada terlambatnya proses pemeriksaan dan pelepasan barang di Pelabuhan

  • Perselisihan dalam perdagangan

Perselisihan dengan pihak lain, seperti pembeli, petugas bea cukai, atau pun dengan pihak berwenang di negara pengimpor atau pengekspor pun dapat terjadi

Dimana saya dapat menemukan informasi terpercaya tentang kode HS?

Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut di:

author avatar
Nadira Karamina
Content writer passionate about economics, marketing, wellness, and psychology. Crafting compelling narratives to ignite minds and stir souls.

Table of Contents

Leave a Reply